Betapa ingin kulukis wajahmu
dalam goresan2 yang terindah..
namun setiap guratmu adalah keharuan
yang tetes demi tetesnya mengaburkan pandangku
hingga hanya mampuku
lukis serumpun ilalang dan sealir sungai dalam keremangan senja
karena itu adalah kau ibu
ilalang yang selalu kembali tegak meski terempas dan terinjak
sungai yang menghanyutkan setiap kepedihan pada muara ketenangan
senja yang membenamkan kegelisahan dan kepenatan dalam keteduhan
betapa ingin ku rangkai nada merdu untukmu
namun setiap ketulusanmu telah meredam dentingnya
hingga hanya mampu kumainkan
do re mi fa so la si do
karna itu adalah kau ibu
mata air sederhana dari beribu lagu indah yang terangkai dalam kehidupanku
betapa ingin ku tulis segala yang bermakna
tentang rasaku yang teramat dalam padamu
namun setiap aksaraku mengawang bimbang
tak pernah ada kata-kata yang cukup untuk melukiskanmu ibu
tak pernah ada….
karena kau adalah air mata dan cinta